Hidup adalah ibaratnya kita melakukan perjalanan. Dan didalam
perjalanan tersebut kita mempunyai berbagai bekal, yang kadang ia tak sadar
bahwa kita memilikinya. Bahkan terkadang kita tidak sadar bahwa disekitar kita
itu banyak pilihan jalan, dan dalam perjalanan hidup kita pasti mempunyai
tujuan dan salah satu dari tujuan tersebut adalah ingin menjadi orang yang
sukses.
Seperti halnya aku…. Aku ingin menjadi orang
yang sukses karena menurut aku sukses adalah suatu yang relatif, karena setiap
manusia pasti memiliki tingkat kesuksesan yang sangat berbeda, dan didalam
kehidupan kita semua pasti memiliki mimpi, dan mimpi kita juga pasti akan
selalu berbeda, untuk mendefinisikan kesuksesan adalah suatu yang sangat sulit,
namun tentunya makna dari kesuksesan adalah sama, yaitu “Tercapainya suatu
keinginan, terealisasikannya sebuah perencanaan dan keberhasilan dalam
menggapai harapan dan tujuan”.
Berbagai macam cara akan aku lakukan agar mencapai
sebuah kesuksesan dan agar kesuksesan itu bisa aku raih, tapi bagaimana dan
seperti apa cara kita untuk menggapai kesuksesan. Sebab itu yang terpenting,
karena kesuksesan itu tergantung pada langkah dan cara-cara yang kita tetapkan
dalam menggapai kesuksesan tersebut.
Maka dari
itu"Terus gunakan Kesempatan,, setiap saat
dan setiap waktu,, untuk melakukan hal-hal yang sangat berarti… karena
suatu saat akan mendatangkan kesuksesan”.
Otonomi daerah merupakan
suatu hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus sebuah rumah
tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari
pengertian di atas maka akan tampak bahwa setiap daerah akan diberi hak otonom
oleh pemerintah pusat untuk mengatur dan mengurus kepentinganya sendiri.
Sejalan dengan berlakunya
undang-undang, otonomi daerah akan memberikan kewenangan dan penyelenggaraan
pemerintah daerah yang lebih luas, nyata dan bertanggung jawab. Dengan adanya
perimbangan tugas, fungsi serta peran antara pemerintah pusat dan pemerintah
daerah tersebut akan menyebabkan tiap-tiap daerah harus memiliki penghasilan
yang cukup, dan setiap daerah juga harus memiliki sumber pembiayaan yang
memadai untuk mempertanggung jawabkan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Dengan demikian diharapkan setiap daerah masing-masing dapat lebih maju,
mandiri, sejahtera dan kompetitif di dalam pelaksanaan pemerintahan maupun
pembangunan daerahnya masing-masing.
A.Dampak Otonomi
Daerah dalam Perekonomian
Sejalan
dengan pesatnya pembangunan selama
seperempat abad terakhir sebelum terjadinya krisis ternyata, masih saja
meningkatkan dominasi pusat-pusat pertumbuhan yang telah ada selama ini,
terutama Jakarta dan sekitarnya. Kira-kira dua pertiga kue nasional dinikmati
oleh Jawa dan lebih dari empat perlima bertengger di Kawasan Barat Indonesia.
1.Dampak Positif
Dampak positif otonomi daerah adalah
bahwa dengan otonomi daerah maka pemerintah daerah akan mendapatkan kesempatan
untuk menampilkan identitas local yang ada di masyarakat. Berkurangnya wewenang
dan kendali pemerintah pusat mnedapatkan respon tinggi dari pemerintah daerah
dalam menghadapi masalah yang berada di daerahnya sendiri. Bahkan dana yang
diperoleh lebih banyak daripada yang didapatkan melalui jalur birokrasi dari
pemerintah pusat. Dana tersebut memungkinkan pemerintah local mendorong
pembangunan daerah serta membangun program promosi kebudayaan dan pariwisata.
Dengan melakukan otonomi daerah maka
kebijakan-kebijakan pemerintah akan lebih tepat sasaran, hal tersebut
dikarenakan pemerintah cenderung lebih mengerti keadaan dan situasi, serta
potensi-potensi yang ada di daerahnya dari pada pemerintah pusat. Sebagai
contoh, di Maluku dan Papua program beras miskin yang dicanangkan pemerintah
pusat tidak begitu efektif, hal tersebut karena sebagian penduduk disana tidak
bisa mengkonsumsi beras, mereka biasa mengkonsumsi sagu, maka pemerintah disana
hanya mempergunakan dana beras miskin tersebut untuk membagikan sayur, umbi,
dan makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat. Selain itu, dengan system otonomi
daerah pemerintah akan lebih cepat mengambil kebijakan-kebijakan yang dianggap
perlu saat itu tanpa harus melewati prosedur di tingkat pusat.
2.Dampak Negatif
Dam pak negative dari otonomi daerah
adalah adanya kesempatan bagi oknum-oknum di pemerintah daerah untuk melakukan
tindakan yang dapat merugikan Negara dan rakyat seperti KKN (Korupsi, Kolusi
dan Nepotisme).
Otonomi daerah juga menimbulkan persaingan
antar daerah yang terkadang dapat memicu perpecahan. Contohnya jika suatu
daerah sedang mengadakan promosi pariwisata, maka daerah lain akan ikut
melakukan hal yang sama seakan timbul persaingan bisnis antar daerah. Selain
itu otonomi daerah membuat kesenjangan ekonomi yang terlampau jauh antar
daerah. Daerah yang kaya akan semakin gencar melakukan pembangunan sedangkan
daerah pendapatannya kurang akan tetap begitu-begitu saja tanpa ada pembangunan.
Hal ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ini sudah melanggar pancasila sila
ke-lima, yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia”.
Memang
harapan dan kenyataan tidak lah akan selalu sejalan dengan tujuan atau harapan
tentu akan berakhir lebih baik bila pelaksanaan dan pengawasan terhadap
pelaksanaan juga berjalan baik. Namun ketidak tercapainya harapan itu nampak
nya akan mulai terlihat dalam otonomi daerah yang ada di Indonesia. dan masih
banyak permasalahan yang mengiringi berjalannya otonomi daerah di Indonesia.
Permasalahan-permasalahan itu tentu harus dicari penyelesaiannya agar tujuan
awal dari otonomi daerah dapat tercapai.
Dampak ini sering dirasakan oleh Negara
Indonesia karena perekonomian dunia telah melemah sehingga pasar ekspor bagi
produk Indonesia menjadi sangat menurun, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi
sehingga hutang luar negeri pemerintah maupun swasta juga menjadi beban yang
cukup berat. Sejarah Indonesia dalam kurun waktu yang panjang Indonesia
bisa dikatakan sebagai negara jajahan bangsa asing karena bebrapa alasan
ekonomi bahwa Indonesia merupakan sumber hasil bumi yang sangat penting. Dunia juga
mempelihatkan bahwa masalah ekonomi
adalah masalah yang penting bagi suatu negara.
Dari uraian diatas, kita
dapat melihat bahwasannya persoalan-persoalan ekonomi selalu muncul dari
penggunaan sumberdaya yang langka dapat memuaskan keinginan manusia yang tak
terbatas dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Akibatnya kelangkaan,yang
tersebut akanmenguasai sumberdaya yang
langkah.
PERANAN DEMOKRASI DALAM
MEMBENTUK KEHIDUPAN MASYARAKAT MADANI
Pada era reformasi kita
sering mendengar istilah “demokrasi” dan “masyarakat madani” yang
didengung-dengungkan oleh para ahli politik, pejabat-pejabat Negara, maupun
mahasiswa. Kedua istilah tersebut merupakan satu kesatuan. Kehidupan demokrasi juga
merupakan syarat mutlak terciptanya masyarakat madani, yaitu masyarakat yang
menjadi dambaan seluruh umat manusia di dunia. Oleh karena itu, budaya
demokrasi harus benar-benar diterapkan apabila kita mendambakan kehidupan
masyarakat madani.
Demokrasi juga mempunyai arti penting bagi
masyarakat yang menggunakannya karena dalam system demokrasi sendiri ada
jaminan bagi masyarakat untuk menentukan sendiri jalannya organisasi Negara.
Demokrasi juga dapat dikatakan sebagai dasar hidup bernegara yang memberikan
pengertian bahwa rakyat dapat menentukan sendiri apa yang menjadi kehendaknya,
termasuk mempengaruhi kebijakan Negara yang menyangkut kehidupan rakyat. Berbicara
tentang demokrasi pada dasarnya demokrasi juga membahas hubungan tentang penguasa
dengan rakyat yang dikuasai. Demokrasi meletakkan penguasa dapat berkuasa
karena mendapat amanah atau mandat dari rakyat yang dikuasai. Tugas penguasa
mensejahterakan rakyatnya, sedangkan tugas rakyat adalah mengontrol penguasa
agar kekuasaannya tidak disalah gunakan untuk kepentingan pribadi atau
golongannya saja. Pemerintahan yang demokratis, substansinya adalah hubungan
penguasa (Negara) dengan yang dikuasai (rakyat).
Setiap orang pasti mendambakan kehidupan yang
aman, damai dan sejahtera sebagaimana yang dicita-citakan oleh masyarakat
Indonesia, yaitu adil dan makmur bagi seluruh lapisan masyarakat. Pengembangan
masyarakat sebagai sebuah kajian keilmuan dapat menyentuh keberadaan manusia
yang berperadaban. Indikator dalam menentukan kemakmuran dalam suatu bangsa itu
sangat tergantung pada situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia mencuatkan suatu kemakmuran yang
didambakan yaitu terwujudnya masyarakat madani.Pendidikan juga haruslah melakukan reorientasi
dan berusaha menerapkan paradigma baru pendidikan nasional, yang mempunyai
tujuan akhir yaitu pembentukan masyarakat Indonesia yang demokratis dan
berpegang teguh pada nilai – nilai civilitty (Keadaan).
Apabila ingin membangun
suatu tatanan masyarakat yang demokratis maka setiap warga negara haruslah
melalui karakter atau jiwa yang demokratis. Dan selain
itu juga, sebagai warga negara yang demokrat, seorang warganegara juga dituntut
untuk turut bertanggung jawab menjaga keharmonisan hubungan antar etnis serta
keteraturan dan ketertiban negara.
Dengan demikian, untuk menata
kembali kehidupan berbangsa dan bernegara menuju peradaban baru Indonesia, maka
demokrasi tersebut harus dibangun dengan seefektif mungkin. Dalam masyarakat
madani, warga Negara harus bekerja sama membangun ikatan social, jaringan
produktif dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat non-govermental untuk
mencapai kebaikan bersama (public good) karena indepensinya terhadap Negara.
Dari sinilah kemudian masyarakat madani dipahami sebagai akar dan awal
keterkaitan dengan demokrasi dan demokratisasi masyarakat madani juga dipahami
sebagai sebuah tatanan kehidupan yang mengingkan kesejahteraan hubungan antara
warga Negara dengan Negara
.
Dalam masyarakat madani juga terdapat
nilai-nilai yang universal tentang pluralisme yang kemudian menghilangkan dari segala
bentuk kecenderungan partikularisme dan sektrarianisme. Dalam hal ini proses
demokrasi menjadi elemen yang sangat signifikan yang mana masing-masing
individu, etnis dan golongan mampu menghargai kebhinekaan dan menghormatisetiap
kebutuhan yang diambil satu golongan atau individu. Dalam perspektif masyarakat
madani, demokratisasi tidak hanya dimaknai sebagai posisi diametral dan
antitesa Negara, melainkan bergantung pada situasi dan kondisi suatu Negara.
Orang
yang mengajardapat kita kenali dengan sebutan Guru.
Perkataan
guru adalah hasil gabungan dua suku kata yaitu
`Gur’ dan `Ru’. Dalam bahasa jawa, Gu diambil daripada perkataan “gugu” yang
mempunyai boleh dipercayai. Sedangkan Ru
diambil dari perkataan tiru yang bermaksud boleh diteladani atau dicontohi.
Jabatan seorang Guru adalah sebagai suatu
Profesi.Jabatan guru juga dapat dikatakan sebuah profesi
karena menjadi seorang guruharus
memiliki suatu keahlian tertentu , Misalnya: mengajar, mengelola kelas, dan merancang
pengajaran. dan dari pekerjaan ini seseorang dapat memiliki nafkah bagi
kehidupan selanjutnya.
Dimataku menjadi seorang guru itu pekerjaan
yang sangat
mulia. Beliau mendidik
manusia, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, itu salah
satu pekerjaan yang sangat hebat !!!. Kalau pengetahuan itu terus digunakan
oleh muridnya, bukankah jadi ilmu yang bermanfaat – yang pahalanya terus
mengalir dunia-akhirat ?
Di
lain pihak profesi guru juga disebut sebagai profesi yang luhur. Dalam hal ini,
perlu kita disadari bahwa seorang guru dalam melaksanakan profesinya beliu
dapat dituntut dengan adanya budi luhur dan akhlak yang tinggi, Misalnya dalam perkataannya, perbuatannya, tingkah
lakunya, pakaiannya, amalannya dan lain sebagainya.